
Keluarga Besar Madrasah Diniyah Al-Ittihaad Pasir Kulon yang terdiri dari Pengurus, Dewan Asatidz, Santri dan Wali Santri mengikuti Ziarah Wali Banyumas pada Ahad, 6 Jumadil Akhir 1446 H/8 Desember 2024. Kegiatan yang rutin dilaksankan tiap tahun bertujuan untuk mengenang dan mendo'akan para pejuang penyebar agama Islam di wilayah desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas khususnya dan Kabupaten Banyumas pada umumnya.
"Disamping mendapatkan barokah untuk keluarga besar Madin Al-Ittihaad Pasir Kulon dari para waliyulloh juga menjaga dan mengamalkan tradisi amaliah NU berupa ziarah kubur", ungkap Lukman Hakim, S.Pd.I,S.Kom Kepala Madin Al-Ittihaad Pasir Kulon.
Ziarah Kubur yang dipimpin Kyai Fathurrahman selaku Dewan Pengurus Madin Al-Ittihaad Pasir Kulon dimulai ke makam KH. Ridwan dan KH. Djamhari Pasir Kulon yang merupakan pejuang dan perintis majlis ta'lim yang menjadi cikal bakal berdirinya Madrasah Diniyah Al-Ittihaad Pasir Kulon.
Ziarah berikutnya ke Makam Syekh Makhdum Wali Kecamatan Karanglewas. Syekh Makhdum Wali Karanglewas adalah seorang tokoh sufi dan ulama berpengaruh yang dikenal di wilayah Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Beliau dikenal sebagai ulama yang mendakwahkan ajaran Islam dengan pendekatan akulturasi budaya lokal. Metode dakwahnya melibatkan seni, tradisi dan kearifan lokal, sehingga masyarakat dapat menerima ajaran Islam tanpa merasa asing dengan budayanya.
Setelah makam Syekh Makhdum Wali rombongan ziarah menuju makam KH. Muhammad Nuh yang lebih dikenal dengan nama Mbah Nuh Pageraji Kecamatan Cilongok. Tentang Mbah Nuh atau Muhammad Nuh Al-Hafidz merupakan salah satu ulama kharismatik Banyumas yang berdomisili di desa Pageraji Kecamatan Cilongok. Muhammad Nuh lahir di Mekkah tahun 1900 saat orang tuanya menunaikan ibadah haji. Beliau putra ke-7 dari pasangan KH. Abdurrohim dan Hj. Nyai Jamilah. Mbah Nuh dikenal ahli keilmuan dibidang Al-Qur'an. Kyai Fathurrahman yang menjadi imam ziarah menceritakan kenangan beliau yang pernah manjadi santri Mbah Nuh. Salah satu wasiat mbah Nuh ketika nanti sudah meninggal minta dbacakan tasbih 1000 kali, sehingga ziarah ke makam Mbah Nuh membaca tasbih 1000 kali.
Dari makam Mbah Nuh dilanjutkan ke makam Keramat Wali Syaikh ‘Abdush Shomad, Jombor, desa Cipete Kecamatan Cilongok. Untuk menuju ke perbukitan makam cicit Sunan Gunung Jati Cirebon ini, peziarah harus naik menapaki jalan berundak hingga berjumlah 99. Kanan kiri jalan menuju kompleks makam wali dan keturunannya ini masih terdapat banyak pohon nagasari raksasa berumur ratusan tahun. Syaikh ‘Abdush Shomad adalah sosok ulama yang hidup sekitar abad ke-16 ini punya garis keturunan dari Pajajaran dan Pasir Luhur.
Ziarah terakhir ke makam KH. Muzni Karangcengis Lesmana Kecamatan Ajibarang. KH. Muzni adalah sosok ulama sepuh yang menjadi rujukan berbagai kalangan. Boleh dibilang, beliau adalah tempat konsultasi umat pada zamannya. Salah satu kesukaan beliau adalah memberikan ijazah sholawat. Bahkan, untuk ijazah doa bagi tamu-tamu yang memintanya beliau tulis dengan tangan beliau sendiri.


